Sejarah Desa
Pada awalnya Desa Pong Lale terdiri dari dua kampung yakni, Nggawang dan kampung Sampar. Dahulu kampung Nggawang menyatu dengan kampung Meler. Sekitar tahun 1930 karena ada pembagian tanah oleh gendang Meler, beberapa keluarga sudah pindah ke Lingko Nugi yang berada di areal persawahan.
Sejarah Desa
Desa Pong Lale adalah nama kampung yang secara harfiah artinya ‘ pong’ (bahasa Manggarai) yang berarti ‘tempat keramat’ yang diyakini sebagai tempat hunian makhluk halus. Sedangkan ‘Lale’ adalah sejenis kayu yang tumbuh dihutan yang berdaun lebar, yang buahnya (biji-bjian) bisa dimakan.
Desa Pong Lale didiami oleh suku atau klan ‘Ndung’ yang terdiri dari gendang Colol, Gendang Ndung Meler, Gendang Ndung Laja, Gendang Ndung Sampar, dam Gendang Ndung Nggawar.
Sampai saat ini rumah Gendang atau rumah adat masih terawat dengan baik pada masing – masing Gendang.
Stratifikasi sosial masyarakat ada suku Ndung mengenal sistem perkawinan sedarah (cako cama tau), sehingga akhirnya berkembang dalam tatanan adat perkawinan yaitu anak rona (saudara laki – laki) yang anak perempuanya dinikahkan dengan anak laki – laki saudara perempuannya (anak wina), sehingga akhirnya komunitas gendangnya sangat mempengaruhi hubungan kekerabatandan pertalian darah diantara mereka.
Desa Pong Lale terdiri dari dua rumah adat (gendang) yaitu Gendang Sampar dan Gendang Nggawang. Dari kedua Gendang ini ada beberapa suku yang hidup bersama yakni suku Ndung, Suku Pasa, Suku Rejing, Suku Nati, Suku Wol, Suku Cumbi, Suku Lamba, Suku Leda, Suku Liang Redo, Suku Paka, Suku Sumba, Suku Todo, Suku Laja, Suku Bejawa, dan Suku Pau.
Pada awalnya Desa Pong Lale terdiri dari dua kampung Nggawang dan kampung Sampar. Dahulu kampung Nggawang menyatu dengan kampung Meler. Sekitar tahun 1930 karena ada pembagian tanah dalam gendan Meler, beberapa keluarga sudah pindah ke Lingko Nugi yang berada di areal persawahan.
Sedangkan Nggawang adalah nama tempat yang juga disebut Pong Nggawang yang jaraknya kurang lenih 3 KM dari Lingko Nugi.
Sama halnya dengan kampung Nggawang, kampung Sampar berada di areal persawahan yang dikenal dengan sebutan Lingko Sampar. Kedua kampung Sampar dan Nggawang dahulu berada di daerah rawa – rawa yang menyebabkan banyak penyakit bermunculan yang mengancam penduduknya.
Sehingga akhirnya mereka pindah ke Lingko Nugi atau sekarang dikenal dengan kampung Nggawang, sedangkan penduduk yang mendiami Lingko Sampar pindah ke Pong Lale.
Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menyebabkan beberaoa kepala keluarga pindah ke pemukiman yang baru dan membentuk beberapa kampung yakni kampung Wae Ireng, kampung Mbelaing, kampung Wae Kunce.
Desa Pong Lale adalah Desa pemekaran dari Desa Meler yang terdiri dari dua Dusun yakni Dusun Sampar dan Dusun Nggawang.
Pada tahun 2022 bersama BPD dan tokoh masyarakat kampung Sampar dan Nggawang mengajukan permohonan untuk pemekaran dengan nama Desa Pong Lale. Sehingga tahun 2012 Pemerintah Manggarai menerbitkan melalui Perda Nomor 4 tentang Pementukan 13 Desa dalam wilayah Kab, Manggarai


Silsilah Kepala Desa

Pjs Kepala Desa Pong Lale
Yoseph Mehol
Januari 2013 – Desember 2013

Kepala Desa Pong Lale
Heribertus Beri
2013 – 2019

Kepala DesaPong Lale
Kepala Desa Periode
xxxx – xxxx

Kepala Desa Pong Lale
Heribertus Beri
2021 – 2027

Nama Kepala Desa
xxxx – xxxx

Nama Kepala Desa
xxxx – xxxx

Nama Kepala Desa
xxxx – xxxx